Selasa, 08 Mei 2012

Dirimu Selamanya

ku coba berjalan bersama bulan
namun pagi cepat datang
ku ingin menggapai matahari
namun mendung menutupi

walau sakit hati ini
namun kau tetap di hati
selamanya mungkin akan begini
biarkan hanya aku yang tau
perihnya perasaan ini
mungkin yang ku kejar hanya bayangmu
karna dirimu tak terlihat lagi olehku
namun aku selalu melihat bayangmu
bayang yang takkan pernah menghilang
meski kau sengaja menghilang

Jumat, 23 Desember 2011

Tak Ada Lagi Sinarmu

Mungkin hari ini matahari bersinar cerah walau hati ini tak secerah mentari
Namun aku yakin hidup ini akan lebih cerah dari sinar mentari pagi ini
Semua karenamu yang selalu menemani hati ini
Walaupun sinarmu tak secerah ini, namun ketulusanmu lebih indah dari pelangi

Bohong, apabila aku merelakan sinarmu menjauh dariku
Namun aku tak dapat memaksakan hidup ini
Secercah sinar akan menemanimu kembali
Mungkin bukan saat ini, tapi nanti

Mungkin juga bukan aku tapi dia
Karena aku tidak dapat melindungi agar sinarmu tetap terang
Aku tak dapat mempertahankan sinar itu agar tetap bersinar
Aku hanya ingin di sinari tanpa memikirkan sinarmu yang mulai rapuh

Semoga kau bahagia bersama sinar barumu
Aku takkan pernah menyesali semua ini
Karena sesungguhnya aku sangat bahagia pernah menjadi sebagian dari sinarmu
Aku bahagia pernah ada dalam hari-harimu

Sabtu, 30 April 2011

Bahagia Mengenalmu

Tak ku sangka perkenalan terjadi di antara kita

Berlanjut dengan manis

Walau ku tau tak mungkin memilikimu

Namun ku bahagia mengenalmu

Berbagi suka duka denganmu


Sejenak aku merasa bagai bulan yg diberikan cahaya sendiri

Walau ku tau itu hanya sementara

Hanya khayalan yg tak untuk jadi nyata

Hanya harapan akan kebahagiaanmu nantinya

Semoga kau menemukan belahan jiwamu


Mungkin jalan hidup memang begini

Namun tak ada salahnya melukis bayangmu

Mungkin ku hanya dapat melukisnya di hati

Dan tak dapat ku rengkuh dalam kenyataan


Pahit memang kenyataan

Namun aku tetap bahagia mengenalmu

Aku ingin menikmati detik-detik kebersamaan denganmu

Selagi masih bisa bersamamu

Kamis, 28 April 2011

KERAGUAN KU

Mungkin saat ini yang terlihat olehmu hanyalah kegelisahan

Mengapa aku harus merasakannya

Merasakan kegelisahan yang tak menentu ini

Berhiaskan keraguan yang tak pernah berakhir


Haruskah aku meninggalkan segala keraguan yang ada

Ataukah aku mempertahankan segalanya dengan keraguan yang ada

Tak kuasa ku menahan segala perasaan ini

Mengapa semua ini harus terjadi padaku


Aku tak ingin hidupku berakhir dengan penyesalan

Namun aku juga tak ingin segalanya hanya palsu

Hanya palsu dan topeng yang kan terlhat

Aku tak ingin menyakitimu lebih dalam


Apa yang harus ku lakukan sekarang

Apakah aku harus mengakhiri segalanya

Ataukah aku akan selamanya begini

Bercinta dengan keraguan


Ataukah aku harus jujur padanya

Aku merasakan telah mendapat cobaan kesetiaan

Ataukah ini yang dinamakan kesungguhan yang harus ku cari sendiri

Aku merasa tlah terjatuh dalam kebimbangan


Aku tertarik pada yang lain

Aku merasakan sebuah cinta yang lain

Apa yang harus aku lakukan kepadanya

Jalan mana yang harus aku ambil

Jumat, 09 April 2010

Kenangan

malam yang sepi, sunyi, senyap di hati ini
terlebih terlihat beberapa kilatan menyambar langit
bagai menghantui jiwa yang takhluk dengan mudah ini
tapi ku coba pertahankan, walau kau selalu menghantui

pesonamu takkan kulupakan hingga akhir waktu
namun rasa ku terpenjara jiwaku sendiri
mengingkari semua keindahan yang seakan mati
walau hati ini memang telah mati karenamu

renungkanlah sejenak apa yang terjadi disini
renungkanlah segala yang telah kau perbuat
karena aku masih disini, menemani cahayamu
cahaya yang takkan digerus oleh zaman

tapi kini semua hanya mimpi yang hampa
cahayamu pergi seketika dengan cepatnya
seakan kau tak ingin melihat jiwa ini lagi
tapi ku tahankan bahwa kau masih ada di hati ini, selamanya

Penyesalan

suara kicauan membangunkan ku dari tidur
riuh burung bersemangat dari pagi yang sejuk dan mendebarkan
dengan setia, bulan menunggu matahari yang belum menepati janji
"ayolah matahari, sekarang sudah pagi" ucap bulan
dengan malu-malu matahari merayap naik menghampiri bulan

awanpun menghampiri dan menyemangati datangnya matahari
hangat mulai menyelimuti pagi dengan matahari yang tersenyum angkuh
merasa tidak dibutuhkan, bulan pulang dan tidur menunggu malam
matahari yang lupa akan bulan telah menyinari bumi
"selamat datang matahari, kau memang sangat menyenangkan!" ucap awan

keangkuhan matahari dimulai saat panas mulai menyengat
makhluk bumi merasakan panas yang tidak bersahabat
dan awan malas menyirami bumi dengan hujannya
sawah dan ladang kekeringan, tanaman mati kehausan
mengapa matahari menjadi begini?

bulan kembali datang dan bertanya kepada matahari
"matahari, mengapa kau begitu angkuh hari ini?"
matahari menjawab,"aku hanya melaksanakan tugasku!"
bulan berkata lagi,"kau lihat sawah dan ladang itu? kau lihat tanaman-tanaman itu!"

matahari merenung atas nasib ribuan makhluk bumi
"aku akan menurunkah hujan!"
banjir datang setelah awan menurunkan hujan
"sudah, kalian semua pulang, biar aku disini!" ucap bulan
"aku mau menemanimu, aku menyesal!" kata awan
"baiklah kalau kau mau menemaniku!" kata bulan

matahari menyesali keangkuhannya hari ini
mengapa melindungi bumi yang kecil saja ia tak sanggup
padahal ini tugasnya sehari-hari
matahari berharap besok ia akan bangun lebih pagi
ia ingin menghangatkan bumi, bukan menyengat bumi

Alampun Berkata

sepenggal senja meninggalkan sinar kemerahan di langit
indah, segar, dan rupawan menemani burung burung yang terbang bebas
sebebas hati ini menjelajahi perjalanan cinta yang merekah
burung terbang tinggi dan bawa pesanku untuknya

kau menampakkan aura kesetiaan, bagai matahari yang hangat padaku
kau bersahabat seperti burung-burung yang membangunkan tipa pagiku
kau lembut, bagai awan biru sore di langit nan indah
senja seperti tersenyum padaku dan menghiasi hari yang menyenangkan

akankah kau mengerti apa isi hati ini?
apakah kau tau apa yang sedang kurasakan?
cinta, apakah benar hati ini sedang merasakannya?
aku mengharapkan ridho dari Mu ya Allah..

sepatah kata membuatku teringat akan masa lalu
masa lalu yang menghancurkan hati hingga remuk
akankah dia dapat menyatukan hati ini menjadi utuh kembali?
ijinkan hati ini bersenandung di benakmu, selamanya