suara kicauan membangunkan ku dari tidurriuh burung bersemangat dari pagi yang sejuk dan mendebarkan
dengan setia, bulan menunggu matahari yang belum menepati janji
"ayolah matahari, sekarang sudah pagi" ucap bulan
dengan malu-malu matahari merayap naik menghampiri bulan
awanpun menghampiri dan menyemangati datangnya matahari
hangat mulai menyelimuti pagi dengan matahari yang tersenyum angkuh
merasa tidak dibutuhkan, bulan pulang dan tidur menunggu malam
matahari yang lupa akan bulan telah menyinari bumi
"selamat datang matahari, kau memang sangat menyenangkan!" ucap awan
keangkuhan matahari dimulai saat panas mulai menyengat
makhluk bumi merasakan panas yang tidak bersahabat
dan awan malas menyirami bumi dengan hujannya
sawah dan ladang kekeringan, tanaman mati kehausan
mengapa matahari menjadi begini?
bulan kembali datang dan bertanya kepada matahari
"matahari, mengapa kau begitu angkuh hari ini?"
matahari menjawab,"aku hanya melaksanakan tugasku!"
bulan berkata lagi,"kau lihat sawah dan ladang itu? kau lihat tanaman-tanaman itu!"
matahari merenung atas nasib ribuan makhluk bumi
"aku akan menurunkah hujan!"
banjir datang setelah awan menurunkan hujan
"sudah, kalian semua pulang, biar aku disini!" ucap bulan
"aku mau menemanimu, aku menyesal!" kata awan
"baiklah kalau kau mau menemaniku!" kata bulan
matahari menyesali keangkuhannya hari ini
mengapa melindungi bumi yang kecil saja ia tak sanggup
padahal ini tugasnya sehari-hari
matahari berharap besok ia akan bangun lebih pagi
ia ingin menghangatkan bumi, bukan menyengat bumi