Jumat, 09 April 2010

Kenangan

malam yang sepi, sunyi, senyap di hati ini
terlebih terlihat beberapa kilatan menyambar langit
bagai menghantui jiwa yang takhluk dengan mudah ini
tapi ku coba pertahankan, walau kau selalu menghantui

pesonamu takkan kulupakan hingga akhir waktu
namun rasa ku terpenjara jiwaku sendiri
mengingkari semua keindahan yang seakan mati
walau hati ini memang telah mati karenamu

renungkanlah sejenak apa yang terjadi disini
renungkanlah segala yang telah kau perbuat
karena aku masih disini, menemani cahayamu
cahaya yang takkan digerus oleh zaman

tapi kini semua hanya mimpi yang hampa
cahayamu pergi seketika dengan cepatnya
seakan kau tak ingin melihat jiwa ini lagi
tapi ku tahankan bahwa kau masih ada di hati ini, selamanya

Penyesalan

suara kicauan membangunkan ku dari tidur
riuh burung bersemangat dari pagi yang sejuk dan mendebarkan
dengan setia, bulan menunggu matahari yang belum menepati janji
"ayolah matahari, sekarang sudah pagi" ucap bulan
dengan malu-malu matahari merayap naik menghampiri bulan

awanpun menghampiri dan menyemangati datangnya matahari
hangat mulai menyelimuti pagi dengan matahari yang tersenyum angkuh
merasa tidak dibutuhkan, bulan pulang dan tidur menunggu malam
matahari yang lupa akan bulan telah menyinari bumi
"selamat datang matahari, kau memang sangat menyenangkan!" ucap awan

keangkuhan matahari dimulai saat panas mulai menyengat
makhluk bumi merasakan panas yang tidak bersahabat
dan awan malas menyirami bumi dengan hujannya
sawah dan ladang kekeringan, tanaman mati kehausan
mengapa matahari menjadi begini?

bulan kembali datang dan bertanya kepada matahari
"matahari, mengapa kau begitu angkuh hari ini?"
matahari menjawab,"aku hanya melaksanakan tugasku!"
bulan berkata lagi,"kau lihat sawah dan ladang itu? kau lihat tanaman-tanaman itu!"

matahari merenung atas nasib ribuan makhluk bumi
"aku akan menurunkah hujan!"
banjir datang setelah awan menurunkan hujan
"sudah, kalian semua pulang, biar aku disini!" ucap bulan
"aku mau menemanimu, aku menyesal!" kata awan
"baiklah kalau kau mau menemaniku!" kata bulan

matahari menyesali keangkuhannya hari ini
mengapa melindungi bumi yang kecil saja ia tak sanggup
padahal ini tugasnya sehari-hari
matahari berharap besok ia akan bangun lebih pagi
ia ingin menghangatkan bumi, bukan menyengat bumi

Alampun Berkata

sepenggal senja meninggalkan sinar kemerahan di langit
indah, segar, dan rupawan menemani burung burung yang terbang bebas
sebebas hati ini menjelajahi perjalanan cinta yang merekah
burung terbang tinggi dan bawa pesanku untuknya

kau menampakkan aura kesetiaan, bagai matahari yang hangat padaku
kau bersahabat seperti burung-burung yang membangunkan tipa pagiku
kau lembut, bagai awan biru sore di langit nan indah
senja seperti tersenyum padaku dan menghiasi hari yang menyenangkan

akankah kau mengerti apa isi hati ini?
apakah kau tau apa yang sedang kurasakan?
cinta, apakah benar hati ini sedang merasakannya?
aku mengharapkan ridho dari Mu ya Allah..

sepatah kata membuatku teringat akan masa lalu
masa lalu yang menghancurkan hati hingga remuk
akankah dia dapat menyatukan hati ini menjadi utuh kembali?
ijinkan hati ini bersenandung di benakmu, selamanya

sesalmu tak berarti

saat aku menemukan sebentuk harapan, tak semestinya kau hancurkan harapan itu dengan sia-sia...
namun setelah aku bangkit dan mendapatkan keindahan yang nyata, kau seakan berarti dan ingin di pandang...
akankah kau menyadari kepedihan yang telah kau percikkan dahulu??
apakah kau telah melupakan semua kehancuran itu??
ataukah kau hanya menganggap semua itu sepele??
taukah bahwa dirimu adalah sosok yang sangat membuatku terluka, dan untuk apa aku mempertahankan kesadisan itu??
semua itu hanya akan membuatku jatuh ke dalam lubang yang sama, dan itu takkan pernah terjadi..

Senin, 05 April 2010

Tuhan maha adil...

bila diri ini memikirkan sesuatu, yg ada dalam benak ini hanya ketidak puasan akan kehidupan, ketidak puasan akan semua keindahan, kebaikan, bahkan keburukan yg terjadi...
semangat akan kehidupan yg luntur karena ketidak samaan akan orang lain...
semangat yg hanya sementara....
semangat yg akan ada jika ada yg ingin menyaksikan kesanggupan kita dalam hal itu...
namun mengapa sifat manusia seperti itu??
bukankah Tuhan itu maha adil??!!
bahkan untuk yg detail terkecil sekalipun...
bahkan untuk yg kita anggap sepele sekalipun...
jadi untuk apa ada keirian??!!
mungkin saja Anda memang tak seberuntung mereka yg dapat meneruskan kuliah di luar negeri,, namun apa salahnya Anda membuktikan bahwa Indonesia lebih dari luar negeri dgn Anda bangga kuliah di negara sendiri...
mungkin dalam aspek pendidikan dan ekonomi mereka lebih unggul,,namun bisa saja dalam faktor kasih sayang dan iman Anda lebih baik di banding mereka...
bisa saja keyakinan Anda kepada agama sangat amat kuat di banding mereka...
jadi, tak ada alasan untuk berkata iri...
percayalah bahwa Tuhan itu maha Adil...
tak perlu ada kebencian pada sesama manusia,, karena sesungguhnya apa yg terlihat belum tentu itu yg benar" terjadi...
karena mata manusia terbatas...
namun tidak dgn Tuhan,, Dia dapat melihat sampai sisi kecil manusia sekalipun seseorang itu mengingkari hal itu pada sesama manusia...

cinta adalah keikhlasan

takkan pernah ada yg dapat menggantikanmu di hati ini,,walau beribu kata tak dapat mengungkapkan betapa bahagia hati ini telah menganalmu....bila di beri kesempatan...aku akan memilih untuk lahir 7 tahun labih awal....agar kau tak menganggap aku hanyalah seorang anak manja....anak manja yg tak dapat menjadi sandaran bagi pohon yg akan tumbang.......pohon yg rapuh dan membutuhkan sandaran agar dapat tetap berdiri tegak menghadapi hujan dan badai.....namun akan selalu ku ingat segala kasih sayangmu yg telah kau berikan tulus kepadaku......walaupun hanya sebatas ini,,,namun aku bahagia karena kau telah membuat anak kecil ini dapat tersenyum dgn sejuta pengharapan masa depan......pengharapan akan masa lalu yg indah dan masa depan yg akan sangat mengejutkan dgn sejuta makna kehidupan.....engkau akan selamanya ada di hati ini......aku akan berjuang untuk menjadi apa yg selama ini kau sarankan.....aku akan tumbuh dan tak lagi menjadi anak kecil yg manja di matamu......